Sejalan dengan semakin pesatnya arus globalisasi dan semakin canggihnya dunia ilmu pengetahuan & teknologi, maka harus ada upaya yang besar pula untuk mengurangi terjadinya berbagai bentuk penyimpangan/dampak negatif (seperti kenakalan remaja, narkoba, tawuran, seks bebas, kekerasan, dan lain-lain) dari perubahan tersebut. Semakin modern dan maju sebuah masyarakat akan semakin kompleks dan beragam problematika kehidupan yang akan dijumpai.
Jauh sebelumnya Islam telah memberikan jawaban atau solusi dari permasalahan ini yaitu komitmen para orang tua, pendidik dan siapapun yang perduli (baik secara lembaga maupun perorangan) pada pendidikan secara konsisten dan bertanggung jawab dalam mendidik & menanamkan nilai-nilai dasar pada anak (penerus bangsa) sejak dini sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Hal tersebut telah tertuang dalam QS An-Nisa (4);9 yang artinya “Hendaklah mereka takut kepada Allah jika meninggalkan generasi yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya ….”.
Dalam Ayat yang lain ditegaskan juga bahwa pendidikan sudah dimulai segera setelah lahir, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Dan Allah memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” QS Al-Nahl (16);78.
Hingga saat ini kondisi pendidikan (terutama budaya membaca) di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Hasil penelitian berikut ini menunjukkan bahwa kita perlu lebih meningkatkan lagi upaya untuk memajukan budaya membaca dan memberikan buku atau literatur yang berkwalitas.
Setidaknya ada tiga pihak (selain pemerintah tentunya) yang bertanggung jawab dalam hal meningkatkan minat baca yaitu :
Sehubungan dengan kondisi, permasalahan serta tantangan yang telah diuraikan di atas, maka kami PT. Mizan Dian Semesta bekerja sama dengan penerbit Pelangi Mizan mencetuskan program pembelajaran bagi setiap generasi yaitu “Life Long Learning Program”. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana pembelajaran yang maksimum & terpadu bagi setiap generasi (mulai dari 0 tahun hingga dewasa) dengan menggunakan buku sebagai sarana pembelajaran. PT Mizan Dian Semesta adalah perusahaan direct selling Group Mizan yang mengemban visi ikut mengembangkan potensi manusia secara terpadu, yaitu pengembangan IQ, EQ & SQ yang diimplementasikan dalam content, performance dan pengayaan elemen produk.
Jauh sebelumnya Islam telah memberikan jawaban atau solusi dari permasalahan ini yaitu komitmen para orang tua, pendidik dan siapapun yang perduli (baik secara lembaga maupun perorangan) pada pendidikan secara konsisten dan bertanggung jawab dalam mendidik & menanamkan nilai-nilai dasar pada anak (penerus bangsa) sejak dini sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Hal tersebut telah tertuang dalam QS An-Nisa (4);9 yang artinya “Hendaklah mereka takut kepada Allah jika meninggalkan generasi yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya ….”.
Dalam Ayat yang lain ditegaskan juga bahwa pendidikan sudah dimulai segera setelah lahir, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Dan Allah memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” QS Al-Nahl (16);78.
Hingga saat ini kondisi pendidikan (terutama budaya membaca) di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Hasil penelitian berikut ini menunjukkan bahwa kita perlu lebih meningkatkan lagi upaya untuk memajukan budaya membaca dan memberikan buku atau literatur yang berkwalitas.
- IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Indonesia masih rendah. Data tahun 2005, dari 177 negara, Indonesia diurutan 110, jauh di bawah negara – negara tetangga (Malaysia : 61, Thailand : 73, Filipina : 84 & Vietnam : 108) Sumber ; Rizka H/Litbang Media Group (Media Indonesia, Rabu, 16-08-06.
- Dari penelitian the International Educational Achievement (IEA) tahun 2000 diketahui bahwa kemampuan membaca siswa SD di Indonesia berada di urutan ke 38 dari 39 negara (terendah diantara negara-negara ASEAN) Sumber : Deny riana, Republika, 24 Januari 2003.
- Anggaran pendidikan hanya 9,3% dari APBN (APBN-P 2006), masih jauh dari amanat konstitusi (20%) Sumber ; Rizka H/Litbang Media Group (Media Indonesia, Rabu, 16-08-06)
Setidaknya ada tiga pihak (selain pemerintah tentunya) yang bertanggung jawab dalam hal meningkatkan minat baca yaitu :
- Orang tua (untuk menumbuhkan minat baca sejak dini).
- Perpustakaan, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya (dalam memaksimumkan penyediaan sarana baca yang berkualitas & bermanfaat).
- Penerbit (bertugas dalam menerbitkan buku-buku yang berkualitas dan memberikan stimulus yang optimum terhadap seluruh kecerdasan generasi bangsa, terutama bagi mereka yang berada pada usia anak-anak).
Sehubungan dengan kondisi, permasalahan serta tantangan yang telah diuraikan di atas, maka kami PT. Mizan Dian Semesta bekerja sama dengan penerbit Pelangi Mizan mencetuskan program pembelajaran bagi setiap generasi yaitu “Life Long Learning Program”. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana pembelajaran yang maksimum & terpadu bagi setiap generasi (mulai dari 0 tahun hingga dewasa) dengan menggunakan buku sebagai sarana pembelajaran. PT Mizan Dian Semesta adalah perusahaan direct selling Group Mizan yang mengemban visi ikut mengembangkan potensi manusia secara terpadu, yaitu pengembangan IQ, EQ & SQ yang diimplementasikan dalam content, performance dan pengayaan elemen produk.